Sabtu, 09 Juli 2016

Tugas KD 1 - KD 3

TUGAS GAMTEK KD 3 KELAS X





TUGAS KD 1  KELAS XII

Saluran drainase berbentuk empat persegi panjang dengan kemiringan dasar saluran (S) = 0,015, mempunyai kedalaman air (h) = 0,45 m dan lebar dasar saluran (b) = 0,50 m, koefisien kekasaran manning (n) = 0,010. Hitung kecepatan aliran dalam saluran (V), jika debit rencana (Q) sebesar 1,25 m3/dt ?

Saluran drainase berbentuk trapesium dengan kemiringan dinding saluran (m) = 1 mempunyai kedalaman air (h) = 0,65 m dan lebar dasar saluran (b) = 1,25 m, koefisien kekasaran Manning (n) = 0,010. Hitung kemiringan dasar saluran jika debit (Q) yang mengalir sebesar 3,10 m3/dt?

Saluran drainase sekunder berbentuk trapesium mengalirkan debit (Q) sebesar 2,3 m3/dt, kemiringan dasar saluran (S) 1:5000. Dasar saluran mempunyai kekasaran (n) = 0,012. Tentukan dimensi tampang saluran yang paling ekonomis ? 



TUGAS KD 1  KELAS XI

Gambarkan ulang denah di bawah ini !

Denah Rumah Minimalis Type 60

TUGAS GAMTEK KD 1  KELAS X

1.  Sebutkan Jenis-jenis perlengkapan dasar yang terdapat dalam daftar dibawah ini !





2.  Sebutkan fungsi dari meja gambar tracker ?
3.  Sebutkan macam-macam kertas untuk gambar teknik ?
4.  Sebutkan klasifikasi untuk pensil kategori pensil keras ?
5.  Sebutkan ukuran kertas A0 s/d A4 ?

TUGAS GAMTEK KD 2 KELAS X

1.  Dalam standar ISO ada sepuluh jenis garis yang digunakan dalam gambar teknik. Sebutkan jenis-jenis garis tersebut dengan dilengkapi gambar masing-masing garis tersebut!
2.  Gambarkan garis gores dan garis bertitik sesuai dengan standar yang benar !

TUGAS GAMTEK KD 1 KELAS XI

  1. Sebutkan 3 macam tanda pemotongan, jelaskan dengan gambar !
  2. Jelaskan dengan gambar tanda arah pemotongan !

Dasar Ilmu Menggambar Denah















Kamis, 07 Juli 2016

Menerapkan Prinsip-prinsip Ukur Tanah

DEFINISI ILMU UKUR TANAH (SURVEYING)

          Ilmu ukur tanah adalah cabang dari ilmu geodesi yang khusus mempelajari sebagaian kecil dari permukaan bumi dengan cara melakukan pengukuran-pengukuran guna mendapatkan peta.
          Ilmu geodesi mempunyai dua maksud  :
1.  Ilmiah   :  Menentukan bentuk permukaan bumi
2.  Praktis  :  Membuat bayangan yang dinamakan peta dari sebagaian kecil permukaan bumi.

        Kegunaan surveying adalah untuk pengumpulan data yang nantinya akan diolah kembali atau yang akan digambarkan pada peta dan lain-lain.
          Surveying meliputi 2 pekerjaan  :
1.  Field work yaitu pengukuran-pengukuran di lapangan
2. Office work yaitu pengolahan data-data yang diperoleh ataupun pembuatan peta-peta dari data- data/observasi yang diperoleh.

TAHAPAN SURVEY
1.  Studi Kelayakan (Feasibility Study) peninjauan, pengamatan terhadap obyek apakah layak dan bisa lokasi itu untuk dijadikan suatu proyek/pekerjaan.
2.  Observasi (Observation) melakukan pencatatan data lapangan dan merupakan tindak lanjut dari studi kelayakan, serta menentukan jenis alat dan metode pengukuran yang akan dipakai
3.  Pengukuran (Measurement) mengumpulkan dan memperoleh data dengan cara pengukuran langsung ke lapangan dengan menggunakan alat.

Tipe-tipe Ilmu Ukur Tanah

1. Land Surveying yaitu meliputi perhitungan luas, jarak, sudut atau arah yang akan digambarkan pada peta (Tanah).
2. Topographic Surveying yaitu pengukuran-pengukuran guna mendapatkan data-data dimana dapat dibuat suatu peta topografi yang menunjukkan keadaan relief tanah pada peta tanah, elevasi serta ketidak-seraaman tanah pada permukaannya (konfigurasi tanah)
3. Route Surveying yaitu pengukuran-pengukuran guna penempatan dan konstruksi daripada alat-alat transport dan komunikasi, misalnya jalan raya, jalan kereta api, pemasangan kawat-kawat telekomunikasi, kanal dan pipa air minum.
4. Hydrographig Surveying yaitu pengukuran-pengukuran yang berhubungan dengan air, misalnya untuk keperluan navigasi, persediaan air atau perencanaan atau pembuatan konstruksi-konstruksi dibawah air serta konfigurasi tanah di bawah air.
5. Mine Surveying, digunakan untuk pertambangan
6. Cadastral Surveying, digunakan untuk public land survey
7. City Surveying, digunakan untuk konstruksi jalan-jalan dan penempatan bangunan-bangunan dari suatu rencana tata kota.

PEKERJAAN RUANG LINGKUP UKUR TANAH

1.  Pengertian dan Ruang Lingkup Pekerjaan Ukur tanah (Survey)
     Pekerjaan mengukur tanah dan pemetaan (Survey dan pemetaan) meliputi pengambilan pemindahan data-data dari lapangan ke peta atau sebaliknya.
          Pengukuran yang akan dipelajari dibagi-bagi dalam pengukuran mendatar dari titik-titik yang terletak diatas permukaan bumi dan pengukuran tegak guna mendapatkan beda tinggi antara titik-titik yang diukur diatas permukaan bumi yang tidak beraturan yang pada akhirnya dapat digambar diatas bidang datar (Peta).
        Dalam bidang teknik sipil, meliputi pekerjaan-pekerjaan untuk semua proyek pembangunan seperti perencanaan dan pembuatan gedung, jembatan, jalan, saluran irigasi. Sedangkan dalam bidang pertanian untuk perencanaan proyek seperti pembukaan lahan baru, saluran irigasi dan lain-lain.

2.  Tujuan Pekerjaan Ukur Tanah (Survey)
          Secara umum tujuan pekerjaan survey adalah  :
  • Menentukan posisi sembarang bentuk yang berbeda diatas permukaan bumi
  • Menentukan letak ketingian (elevasi) segala sesuatu yang berbeda diatas atau dibawah suatu bidang yang berpedoman pada bidang permukaan air luat tenang.
  • Menentukan bentuk atau relif permukaan tanah beserta luasnya
  • Menentukan panjang, arah dan posisi dari suatu aris yang terdapat diatas permukaan bumi yang merupakan batas dari suatu areal tertentu.
3.  Kegunaan Pekerjaan Ukur Tanah (Survey)
  • Pengukuran untuk mencari luas tanah
  • Pengukuran untuk mengetahui beda tinggi tanah
  • Pengukuran untuk pembuatan peta
  • Pengukuran untuk merencanakan bangunan

Menerapkan Kaidah Gambar Proyeksi Bangunan Sederhana

MEMBUAT GAMBAR RENCANA

A. Menggambar Proyeksi Bangunan
    Uraian pada bagian ini merupakan uraian umum mengenai gambar proyeksi bangunan. Gambar proyeksi yang diuraikan adalah gambar proyeksi perspektif. Untuk dasar-dasar dari menggambar proyeksi dapat dilihat dan dipelajari dalam buku-buku dasar menggambar teknik bangunan.
     Menggambar proyeksi perspektif adalah salah satu cara pengungkapan ide/gagasan atau imajinasi yang sangat natural (dalam arti sesuai dengan kemampuan pandangan mata) dan mudah dimengerti oleh pemberi tugas atau orang lain yang bukan ahli bangunan/arsitek. Hal tersebut disebabkan, gambar proyeksi perspektif memperlihatkan rencana ruang-ruang (space) dan massa bangunan dalam bentuk tiga dimensi. Untuk dapat membuat gambar proyeksi perspektif diperlukan pedoman gambar kerja/bestek berupa; gambar denah, potongan melintang, potongan memanjang, tampak depan, samping kiri, dan kanan dengan skala yang benar. Dengan kemampuan dan kemahiran menerapkan skala pada gambar denah, potongan, dan tampak secara proyeksi perspektif, akan diperoleh gambar proyeksi perspektif yang mendekati realita/kenyataan pandangan terhadap rencana bangunan sebenarnya.

Pembuatan gambar proyeksi perspektif terdiri dari dua sudut pandang, yaitu;
  1. Gambar proyeksi perspektif menggunakan dua titik lenyap setinggi mata orang (ibarat orang memotret dengan berdiri tegak). Gambar proyeksi perspektif model ini sering digunakan para arsitek untuk menggambar proyeksi perspektif, karena obyek bangunannya tidak terlalu besar dan menampakkan bentuk bangunan 3 (tiga) dimensi dengan jelas,
  2. Pengambilan gambar perspektif menggunakan dua titik lenyap dengan mata burung (bird eye). Gambar proyeksi perspektif dengan model ini dilakukan bila obyek bangunannya besar sekali, dan bentuk bangunan akan tampak semuanya, tetapi prosentasenya lebih banyak terlihat bagian atap bangunan (ibarat orang memotret dengan memanjat pohon yang tinggi atau naik di atas menara). Model proyeksi perspektif ini jarang digunakan para arsitek karena tidak dapat menampakkan gambar bangunan dengan jelas.

B. Menggambar Sketsa

    Gambar sketsa adalah pembuatan gambar tanpa melalui alat bantu menggambar yang biasa digunakan, yaitu penggaris. Alat bantu yang digunakan dalam gambar sketsa adalah imajinasi dan penalaran pandangan mata. Gambar sketsa sering digunakan oleh para arsitek dalam merencanakan bangunan. Yang sering digunakan adalah sketsa untuk merencanakan interior dan eksterior bangunan.

     Gambar sketsa juga sering digunakan untuk menggambar proyeksi perspektif. Gambar tersebut dihasilkan tanpa melalui bantuan gambar denah, potongan, dan tampak. Dasar yang digunakan dalam menggambar sketsa proyeksip perspektif, baik interior maupun eksterior adalah imajinasi dan penalaran pandangan mata yang cekatan dan kuat dalam alam pikiran seseorang. Gagasan tentang rancangan bentuk rumah/bangunan sudah tergambar secara menyeluruh dalam imajinasi dan penalaran. Bila hasil sketsa tersebut akan diterapkan dalam pembuatan bangunan, maka dari gambar sketsa yang dihasilkan tersebut baru dibuat gambar rencana secara lengkap yang meliputi denah, potongan, dan tampak.



C. Membuat Gambar Kerja dan Daftar Komponen

     Gambar kerja merupakan dasar bagi pelaksana untuk melakukan pekerjaan bangunan di lapangan. Gambar kerja didasarkan dari gambar konstruksi yang memuat detail-detail dari setiap komponen pekerjaan bangunan. Beberapa komponen yang gambar kerja adalah;



1. Gambar pondasi,

2. Gambar penulangan beton (sloof, kolom, dan ring balok),

3. Gambar dinding dan plesteran,

4. Gambar kusen (pintu dan jendela) beserta daunnya,

5. Gambar kuda-kuda dan atap,

6. Gambar plafon,

7. Gambar Instalasi air dan plumbing, dan

8. Gambar instalasi listrik.



Untuk memahmi lebih lanjut tentang gambar kerja, maka disarankan untuk mempelajarinya pada buku-buku menggambar konstruksi bangunan gedung



D. Membaca Gambar Konstruksi

Gambar konstruksi untuk merencanakan dan membuat suatu bangunan terdiri atas; gambar denah, gambar potongan, dan gambar tampak.



  1. Gambar Denah

          Denah merupakan salah satu bagian terpenting dari suatu gambar konstruksi. Denah berasal dari kata latin "planum" yang berarti "dasar". Lebih jauh diartikan sebagai lantai atau tempat dimana kita berpijak. Gambar denah sebenarnya adalah gambar potongan suatu bangunan dalam bidang datar dengan ketinggian antara ±80-100 cm di atas lantai normal (lantai yang mempunyai ketinggian dari titik duga ±0.00).

Tujuan pembuatan gambar denah adalah untuk menjelaskan ruang-ruang tiga dimensional yang direncanakan, baik dari segi hubungan maupun fungsinya. Oleh sebab itu, pada gambar denah memuat batas-batas ruang, arah dari membukanya pintu/jendela, notasi-notasi ketinggian lantai. Gambar denah tersebut informatif bila saat dilihat/dibaca dapat dirasakan dimensi dan keleluasaan ruang serta dapat mengenal fungsi ruang.



Gambar Denah Rumah


     2. Gambar Potongan



     Gambar potongan adalah gambar bangunan yang diproyeksikan pada bidang vertikal dan posisinya diambil pada tempat-tempat tertentu, terutama adalah duga lantai yang negatip (turun). Gambar potongan menunjukkan semua bahan-bahan, baik eksterior maupun interior yang akan digunakan dan dilengkapi dengan petunjuk-petunjuk yang merupakan kunci dari sistem bangunan tersebut, seperti bagian-bagian mekanikal, plumbing dan sebagainya. Fungsi gambar potongan adalah menunjukkan proporsi ruang interior dan penyelesaiannya.



Gambar Potongan Melintang


Gambar Potongan Memanjang


     3. Gambar Tampak



Gambar proyeksi orthogonal, sehingga secara grafis terlihat sebagai gambar dua dimensi yang datar. Gambar tampak terdiri atas 4 (empat) sisi pandang, yaitu tampak muka, samping kiri, samping kanan, dan belakang.

Gambar tampak harus memperlihatkan;

a. Karakter dari bangunan itu sendiri.

b. Proporsi dan skala terhadap manusia (pemakainya).

  • Gambar Tampak Muka
  • Gambar Tampak Samping Kiri
  • Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana

c Segi-segi lain yang menyangkut perihal ekspresi keindahan serta hubungannya dengan gambar denah dan gambar potongan yang memperlihatkan konstruksinya.


Gambar Tampak Depan

4. Gambar Rencana Pondasi



Gambar ini menunjukkan bagaimana pondasi terbentuk dibawah bangunan. Tempat biasanya memuat gambar pondasi menerus dan gambar pondasi telapak untuk konstruksi konvensional rumah tinggal biasa. gambar ini menunjukkan hubungan antara kolom dan konstruksi pondasi di bawahnya jadi kita bisa melihat bagaimana hubungan antara kolom ini meneruskan gaya hingga ke tanah. Rencana pondasi juga biasanya dilengkapi dengan detail pondasi untuk melihat ukuran pondasi yang digunakan. Lebih lengkap lagi gambar rencana pondasi harus dilengkapi dengan perhitungan struktur untuk pondasi.
Gambar denah, potongan, dan tampak biasanya disatukan dalam satu kertas gambar sebagai satu kesatuan dari gambar rencana bangunan. Hal tersebut merupakan merupakan dasar dari pelaksanaan pekerjaan bangunan. Selain itu, keberadaan gambar-gambar tersebut diperlukan dalam mengurus Ijin Mendirikan Bangunan. 



Gambar Rencana Pondasi


5.  Gambar Tampak Atas dan Rencana Atap
Gambar ini merupakan gambar untuk memperlihatkan bentuk dan konstruksi atap. Tampak atas memperlihatkan gambar 2 dimensi dari atap sehingga terlihat baian-bagiannya dimana kadang juga dilengkapi dengan meterial atap tersebut. Adapun gambar rencana atap adalah gambar yang lebih detail mencakup bagian-bagian dari atap seperti rangka kuda-kuda dan juga penutup atapnya.




Gambar Rencana Atap


Dasar-dasar desain rencana atap





























Klik link dibawah ini untuk cara menggambar rencana atap


Memahami Keselamatan Kerja dan Lingkungan

PENGERTIAN KESELAMATAN KERJA DARI BEBERAPA SUMBER ADALAH  :

  • Keselamatan kerja adalah sarana utama untuk pencegahan kecelakaan, cacat dan kematian sebagai akibat kecelakaan kerja. Keselamatan kerja yang baik adalah pintu gerbang bagi keamanan kerja keselamatan kerja menyangkut segenap proses produksi dan distribusi baik barang maupun jasa ( Suma'mur, 1996 ).
  • Keselamatan kerja adalah keselamatan yang bertalian dengan mesin, pesawat, alat kerja, bahan dan proses pengolahannya, landasan tempat kerja dan lingkungannya serta cara-cara melakukan pekerjaannya.
  • Keselamatan kerja adalah segala upaya untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan saat melakukan pekerjaan.
  • Keselamatan kerja adalah tindakan aktif setiap orang untuk menjaga keselamatan dirinya dari hal-hal yang tidak diinginkan.
  • Keselamatan kerja adalah sistem perlindungan diri terhadap segala kemungkinan yang dapat menyebabkan kecelakaan.
  • Keselamatan kerja adalah tindakan prevektif terhadap kecelakaan yang dilakukan sebagai bentuk tanggungjawab diri saat bekerja.
TUJUAN DARI KESELAMATAN KERJA

  1. Melindungi keselamatan pekerja dalam melakukan pekerjaannya untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produktivitas nasional.
  2. Menjamin keselamatan setiap orang lain yang berada ditempat kerja
  3. Sumber produksi terpelihara dan dipergunakan secara aman dan efisien.
Menurut Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 Pasal 3 ditetapkan syarat-syarat keselamatan kerja untuk  :

  1. Mencegah dan mengurangi kecelakaan kerja
  2. Mencegah, mengurangi dan memadamkan bahaya kebakaran
  3. Mencegah dan mengurangi bahaya-bahaya peledakan
Keuntungan diadakannya Program (K3) di Lingkungan Kerja.
     Beberapa keuntungan yang bisa diambil dari diadakanya program keselamatan dan kesehatan kerja adalah sebagai berikut :

  • Menyelamatkan karyawan / pekerja dari sakit akibat kecelakaan, kematian dan kehilangan gaji / nafkah.
  • Menyelamatkan keluarga dari kesedihan, penderitaan dan kehilangan pemasukan
  • Menyelamatkan perusahaan dari kehilangan karyawan, pengeluaran biaya yang ditimbulkan dari kecelakaan, kehilangan waktu produksi, melatih / mengganti karyawan yang kecelakaan, stop kegiatan produksi.
LANDASAN HUKUM K3
     Dasar-dasar hukum Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Indonesia telah banyak diterbitkan baik dalam bentuk Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, Keputusan Presiden, Keputusan Menteri dan Surat Edaran (Sugeng, 2005), sebagai berikut  :

  1. Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13/2003
  2. UUD 1945 pasal 27 ayat 1 dan 2
  3. Undang-Undang Keselamatan Kerja No. 1/1970
  4. Undang-Undang tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja No. 3/1992
  5. Peraturan Pemerintah tentang Penyelenggaraan Jaminan Sosial Tenaa Kerja No. 14/1993


       

Rabu, 06 Juli 2016

Mengkelompokkan Gambar Konstruksi Geometris

1.  Menggambar Garis
      Gambar adalah merupakan bahasa teknik artinya sebuah alat komunikasi menyatakan maksud dari seseorang kepada orang lain, dimana orang tersebut dapat menterjemahkan dalam bentuk instruksi
dalam proses pekerjaan atau penjelasan apa yang harus dilakukan oleh orang yang terkait.
   Sebelum melakukan menggambar garis sebaiknya diperhatikan persiapan dan penggunaan peralatan dalam menggambar berbagai jenis garis. Jenis garis dalam menggambar teknik adalah : garis lurus tebal, garis lurus tipis, garis lengkung dan garis putus-putus dimana garis- garis
tersebut memiliki fungsi sendiri-sendiri.
        Dalam menggambar geometri khususnya untuk menggambar garis terdiri dari :
a.   Menggambar Garis Lurus.
b.   Menggambar Garis Lengkung

A.  Menggambar Garis Lurus .
     Peralatan yang digunakan untuk menggambar garis lurus antara lain mistar bentuk, mistar Segitiga dan mistar ukur.
  • Menggambar garis tegak lurus.

       Untuk menggambar garis tegak lurus digunakan alat gambar sepasang mistar segitiga dan sebuah mistar. Cara menggambarnya letakkan mistar sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh juru gambar selanjutnya letakkan sebuah segitiga dengan sudut siku-sikunya diatas mistar (lihat gambar) dan letakkan mistar segitiga dengan sudut siku-siku nya diletakkan diatas mistar dengan letak kebalikan pada mistar segitiga pertama. Titik potong antara kedua sisi miring dari kedua mistar segitiga tersebut adalah garis tegak lurus.




  • Garis Sejajar.
  •           Seperi halnya untuk menggambar garis tegak lurus menggambar garis sejajar juga memerlukan mistar. Cara menggambar garis sejajar yaitu dengan meletakkan salah satu sisi siku-sikunya ( sisi siku-siku yang terpanjang ) pada mistar  ( lihat bidang gambar ), kemudian lakukan dengan cara yang sama pada mistar segitiga yang kedua kita dapatkan garis sejajar dengan menggariskan garis pada sisi miring kedua segitiga tersebut.

    Hasil gambar untuk gambar membuat garis sejajar
                                                        Gambar 1.23 Membuat garis sejajar
    • Gambar segitiga sama sisi
              Misalkan diminta melukis sebuah segitiga ABC sama sisi, agar dapat melukisnya ikuti langkah-langkah berikut  :
    1. Tarik garis AB dengan panjang sembarang.
    2. Buat busur dengan panjang jari-jarinya adalah AB dan pusatnya di titik A dan B, kedua busur itu berpotongan di satu titik dan diberi nama titik C
    3. Hubungkan titik A dan B ke titik C, maka diperoleh seitiga ABC sama sisi yang diminta.

    Cara Menggambar (Melukis) dan Membuat Segitiga Sama Sisi dan Sama Kaki
                                                           Gambar 1.24  Segitiga Sama sisi

    B. Menggambar Garis Melengkung

              Untuk membuat garis lengkung menggunakan janka maka harus ditentukan dahulu jari-jari lingkaran atau pusat putaran lingkaran.

    Misalnya jari-jari lingkaran pusat M1 lebih besar dari jari-jari lingkaran pusat M2
    • Buat garis sumbu sebaai pusat putaran lengkungan M1 dan M2 sesuai besar jari-jarinya
    • Buat setengah lingkaran dengan jangka dari pusat M1, kemudian dilanjutkan membuat setengah lingkaran dengan jangka pada pusat M2, maka sudah terjadi garis lengkung yang berhubungan. lihat gambar berikut.

    C.  Menggambar Segi Enam Beraturan

              Ditentukan linkaran dengan pusat M
    • Tarik garis tengah melalui titik M memotong lingkaran dari titik A dan titik B
    • Buat busur yang sama dari titik A dan titik B sepanjang AM = BM memotong lingkaran
    • Hubungkan titik potong yang terdapat pada lingkaran tersebut sehingga tergambar segi enam beraturan

    D.  Membagi Garis dengan bagian yang sama
              Caranya sebagai berikut  :

    • Tariklah sebuah garis PQ sepanjang ukuran yang telah ditentukan.
    • Tariklah sebuah garis PE yang tipis sepanjang ukuran yang telah ditentukan pula dengan membentuk sudut sembarang terhadap garis PQ.
    • Buatlah tanda pada garis PE sebanyak lima buah tanda yang dimulai dari A sampai E dengan jarak yang sama.
    • Tariklah sebuah garis lurus dari titik E ke titik Q dan setelah itu tariklah garis-garis lurus lainnya yang dimulai dari titik A sampai dengan titik E yang sejajar dengan garis PQ. sehingga garis-garis ini akan memotong garis PQ.

    E.  Membagi Sudut menjadi dua bagian yang sama besar

              Caranya sebagai berikut :
    • Tariklah dua buah garis AB dan AC sepanjang ukuran yang telah ditentukan dengan membentuk sudut yang sembarang.
    • Buatlah sebuah busur lingkaran dengan jari-jari R yang sembarang dengan titik pusat di A sehingga menghasilkan dua buah titik potong T1 dan T2.
    • Buat kembali dua buah busur lingkaran dengan jari-jari yang tetap yaitu R dengan titik pusat di T1 dan di T2, sehingga menghasilkan titik potong T3.
    • tariklah sebuah garis lurus yang dimulai dari titik A sampai titik T3, maka garis AT3 ini merupakan garis pembagi yang sama.